Proses oksigen masuk ke dalam darah dan diedarkan ke seluruh tubuh adalah proses penting yang memungkinkan kita hidup dan bergerak. Seperti bagaimana air harus tetap terus mengalir untuk menyebarluaskan nutrisi dan oksigen kepada seluruh tanaman, pernapasan kita juga memerlukan aliran udara segar yang cukup untuk mendukung kesehatan jiwa dan tubuh.
Proses Oksigen Masuk ke Dalam Darah
Proses oksigen masuk ke dalam darah dimulai ketika kita bernapas. Ketika kita bernapas, udara segar memasuki rongga dada melalui hidung dan paru-paru. Udara ini kemudian mengalir ke dalam bronkial, yang merupakan saluran napas yang lebih tipis.
- Setelah itu, udara akan berubah menjadi cairan yang disebut alveolus di ujung bronkial. Di sini, oksigen mulai masuk ke dalam darah melalui proses interaksi dengan protein hemoglobin pada sel-sel merah merah.
- Protein hemoglobin ini sangat baik untuk menahan oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Ketika oksigen diangkut, ia akan bereaksi dengan karbondioksida menjadi karbon dioksida yang aman diluncurkan dari tubuh.
Setelah proses interaksi dengan hemoglobin, darah menjadi lebih berwarna merah dan mengandung oksigen yang cukup untuk mendukung kebutuhan tubuh. Dengan demikian, kita dapat bernapas dengan lancar tanpa stres.
Diedarkan Oksigen Ke Seluruh Tubuh
Oksigen yang masuk ke dalam darah kemudian dijadikan sebagai sumber energi untuk seluruh tubuh. Energi ini dihasilkan melalui proses metabolisme, seperti pembakaran makanan kita.
Ukuran oksigen yang dimasukkan dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan tubuh, seperti saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Selain itu, ukuran oksigen juga akan mempengaruhi berat badan kita.
Contoh: Berapa Banyak Oksigen yang Dimasukkan?
Ketika kita sedang santai, tubuh kita hanya membutuhkan sekitar 200-250 ml oksigen per detik. Namun, saat berolahraga dengan intensitas tinggi, tubuh kita membutuhkan sekitar 600-700 ml oksigen per detik!